Malam Lailatur Qadar : Malam Beribu Kebaikan, Amalan Sepuluh Hari Terakhir di Bulan Ramadhan

Amalan Sepuluh Hari Terakhir di Bulan Ramadhan



https://instagram.com/acuan.shop?igshid=ZDdkNTZiNTM=
Mendekati sepuluh malam terakhir Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah karena pada waktu tersebut Allah akan menurunkan malam lailatul qadar. Malam lailatul qadar adalah malam yang penuh kemuliaan bahkan lebih indah dari seribu bulan, dan para malaikat turun pada malam tersebut. Dalil mengenai turunnya malam lailatul qadar pada sepuluh hari terakhir Ramadan berasal dari Aisyah RA. Beliau mengatakan bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam beri'tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan dan beliau bersabda: "Carilah malam lailatul qadar di (malam ganjil) pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan." (HR. Bukhari & Muslim).

Dalam rangka memperoleh pahala yang besar pada malam lailatul qadar, setiap muslim dapat melakukan beberapa amalan di malam tersebut. Amalan pertama adalah mendirikan salat isya, qiyamul lail, dan salat subuh. Imam Asy-Syafi'i mengatakan bahwa salat isya dan salat subuh dapat dilaksanakan secara berjamaah. Dalil mengenai mendirikan salat pada malam lailatul qadar disebutkan oleh Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam dalam sebuah hadis.

Amalan kedua adalah i'tikaf, yaitu menetap atau berdiam dalam masjid disertai puasa dan niat. Perintah i'tikaf disebutkan dalam Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 125. Menurut Dr. Ahmad Abdurrazaq Al-Kubaisi dalam bukunya Itikaf Penting dan Perlu, i'tikaf adalah menetap, mengurung diri, atau terhalangi dalam bahasa Arab. Ia juga menjelaskan bahwa i'tikaf memiliki makna syar'i masyhur di kalangan ulama dan fuqaha.

Berikut amalan-amalan di malam lailatul qadar yang dapat dikerjakan oleh setiap muslim.

Amalan-amalan di Malam Lailatul Qadar

1. Mendirikan Salat

Salah satu amalan di malam lailatul qadar adalah mendirikan salat. Dalil terkait salat di malam lailatul qadar ini diterangkan Imam An-Nawawi dalam Kitab Riyadhus Shalihin. Dari Abu Hurairah RA, Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda:

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: “Siapa saja yang mendirikan salat pada lailatul qadar karena iman dan hanya mengharap pahala dari Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Muttafaq Alaih).

Salat di malam lailatul qadar ini terdiri atas salat isya, qiyamul lail, dan salat subuh. Imam Asy-Syafi’i dalam Al-Umm mengatakan, salat isya dan salat subuh dapat dilaksanakan secara berjamaah.

2. I’tikaf

Dr. Ahmad Abdurrazaq Al-Kubaisi dalam bukunya Itikaf Penting dan Perlu mengatakan, i’tikaf berasal dari bahasa Arab ‘akafa yang bermakna menetap, mengurung diri, atau terhalangi. Menurut istilah syar’i masyhur di kalangan ulama dan fuqaha, i’tikaf adalah menetap atau berdiam dalam masjid disertai puasa dan adanya niat.

Perintah i’tikaf disebutkan dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 125

وَإِذْ جَعَلْنَا ٱلْبَيْتَ مَثَابَةً لِّلنَّاسِ وَأَمْنًا وَٱتَّخِذُوا۟ مِن مَّقَامِ إِبْرَٰهِۦمَ مُصَلًّى ۖ وَعَهِدْنَآ إِلَىٰٓ إِبْرَٰهِۦمَ وَإِسْمَٰعِيلَ أَن طَهِّرَا بَيْتِىَ لِلطَّآئِفِينَ وَٱلْعَٰكِفِينَ وَٱلرُّكَّعِ ٱلسُّجُودِ

Artinya: “Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud.”

3. Membaca Doa Lailatul Qadar

Salah satu amalan yang dilakukan untuk menyambut malam lailatul qadar adalah membaca doa lailatul qadar. Amalan ini berasal dari Aisyah RA, sebagaimana diriwayatkan oleh at-Tirmidzi. Aisyah RA berkata:

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Artinya: “Wahai Rasulullah, bagaimana bila aku mengetahui malam lailatul qadar, apa yang harus aku ucapkan?” Beliau menjawab, “Ucapkanlah, Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni (Ya, Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, dan suka memberi maaf, maka maafkanlah aku)’.” (HR. at-Tirmidzi dan beliau mengatakan hadits ini hasan shahih.)

4. Memperbanyak Istigfar pada Waktu Sahur

Wahbah Az-Zuhaili dalam Fiqih Islam Wa Adillatuhu mengatakan, disunahkan untuk menghidupkan malam sepuluh terakhir bulan Ramadan agar mendapatkan malam lailatul qadar. Salah satunya dengan memperbanyak membaca istigfar pada waktu sahur dan baiknya membaca sayyidul istigfar.

Berikut bacaan doa sayyidul istigfar sebagaimana diriwayatkan dalam hadits Bukhari,

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْفَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

Artinya:”Hai Tuhanku, Engkau Tuhanku. Tiada tuhan yang disembah selain Engkau. Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perintah iman sesuai perjanjian-Mu sebatas kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang kuperbuat. Kepada-Mu, aku mengakui segala nikmat-Mu padaku. Aku mengakui dosaku. Maka itu ampunilah dosaku. Sungguh tiada yang mengampuni dosa selain Engkau.” (HR. Bukhari)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa Pemakan Bangkai Tidak Sakit Perut? Ini Rahasianya!

Deretan Tokoh Parpol yang Hadiri Deklarasi Dukungan PBB ke Prabowo Subianto

Perplexity AI: Sang Penantang Google yang Menggebrak Dunia Teknologi