Cerita Horor : Ibu Kos Pemuja Setan
IBU KOS PENGANUT SEKTE SESAT
Ini adalah kisahku yang saat itu masih berstatus mahasiswa baru sedang mencari tempat tingaal sementara atau kamar kos yang disewakan. Aku dihadapkan dengan 2 pilihan antara murah dengan fasilitas yang murah atau mengambil harga yang relatif lebih mahal dengan fasilias yang lebih lengkap. Akhirnya aku menemukan sebuah kos dengan harga yang relatif murah di harga Rp 400.000 dengan fasilitas yang bisa dikatakan cukup baik yaitu dengan adanya springbed, kipas, bantal guling, karpet, meja, kursi belajar, lemari, air, listrik, dan juga free wifi. Sebuah kos dengan fasilitas yang terbilang lengkap dengn harga yang relatif murah.
Setelah mendapatkan rekomendasi dari teman satu jurusan yang kebetulan memang lebih dahulu masuk di kosan tersebut, akhirnya aku memutusakan untuk tinggal sementara di kosan tersebut.
Ada sedikit rasa curiga dikarenakan harga dan fasilitas yang terbilang lengkap dengan harga yag relatif murah. Mungkin memang ini merupakan tempat yang menyimpan banyak cerita horor sehingga pemilik memasang harga murah agar tetap banyak mahasiswa yang memilih tempat itu. Dikarenakan memang sedari awal budget yang aku miliki terbilang pas - pasan, aku pun tetap memilih tempat tersebut meskipun awalnya sedikit ragu. " Ya sudahlah kalau horor diganggu kecil - kecilan bodoamat yang penting murah dan lengkap, lagian kos nya juga rame " pikirku.
Untuk tempatnya juga stategis bahkan untuk akses ke kampus hanya perlu jalan kaki saja.
Model rumahnya memang jadul bernuansa tahun 90 an, terdapat beberapa ruangan yang sudah usang termakan usia. Meskipun terkesan jadul tapi semuanya tertata dengan rapi, bersih, bahkan terdapat 2 buah kulkas yang terletak di dapur dan juga peralatan masak yang bisa dibilang sangat lengkap. "Jadi kami masuk itu cuma bawa baju dan perlatan mandi masing - masing, masalah bumbu dapur hajar bae pake punya semua teman satu kos ". Dalam satu rumah terdapat 8 kamar, 7 kamar terpakai, tersisa 1 kamar yang kosong dan sedikit mencurigakan dikarenakan kamar itu digembok dengan kunci gembok besar dan juga dirantai. Kata ibu pemilik kos kamar itu memang kosong dan hanya dijadikan gudang.
Keterangan ibu pemilik kos cukup membuat kami bingung karena jika dlihat melalui celah di jendela kamarnya terlihat normal tidak seperti gudang, tetapi tidak jelas alasan ibu kos mengosongkan kamar itu dan menggemboknya.
Selama tinggal di kosan ini banyak kejadian janggal yang kami alami, seperti di waktu malam ada suara berisik seolah - olah banyak ibu - ibu yang sedang memasak. Atau kadang - kadang tengah malam terdengar suara piring dilempar, atau kamar mandi terkunci sendiri dari dalam dan terdengar suara orang mandi.
Kalau sudah seperti itu kami inisiatif untuk ketuk pintu kamar mandi 3 kali dan minta siapapun yang di dalam cepat keluar, setelah itu biasanya pintunya bisa dibuka kembali.
Kami tidak terlalu memperdulikan hal itu dan menjalani hari - hari seperti biasa.
Puncak kejadian yang sampai akhirnya aku memutuskan untuk tidak kembali lagi ke tempat itu setelah 1 tahun ngekos di tempat itu. Suatu hari ada seorang yang datang meu ngekos. Beliau kebetulan ngelamar kerja di kampus kami. Keadaan itu membuat kami sempat sedikit bingung dikarenakan semua kamar sudah full dan dari kami bertujuh belum ada yang mau keluar. Sedangkan 1 kamar lagi sudah lama dikosongkan dan digembk oleh pemilik kos.
Ternyata orang yang hendak kos bersama kami namanya Rendi dan lebih mengejutkannya lagi dia mendapatkan kamar nomo 8 yang selama ini dikosongkan dan pintunyajuga selalu digembok. Kamar Rendi memang lebih mahal dengan harga 600.000 karena itu adalah kamar yang paling luas diantara semua kamar.
Singkat cerita Rendi masuk dan kenalan. Kami menjelaskan hal - hal apa saja yang sudah kami alami selama tinggal di kos ini, bukan niat ingin menakut - nakuti Rendi akan tetapi supaya dia tidak menyesal dengan keputusannya di kemudian hari. Rendi hanya megangguk - ngangguk dan bereaksi seperti biasa saja. "Ah mungkin dia memang sudah terbiasa jika mengalami hal tersebut" pikirku. Keesokan paginya, melihat kami antri di depan kamar mandi Rendi pun bercerita tentang kerjadian semalam yang dia alami. Kami semua menanggapinya seperti biasa dan menyuruhnya untuk mengetuk pintu kamar mandi supaya dia terbiasa dengan kejadian yang ada di kos ini. Setelah itu semuanya berjalan seperti hari - hari biasa.
Sampai tepat 2 minggu sejak Rendi masuk kos ini. Ibu kos ini akhirnya mengunjungi kos. Memang ibu kos kami tidak pernah mengunjungi kosannya, tidak pernah sama sekali setelh beliau mengantar kami room tour kosan. Lalu ibu kos kami kesini lagi setelah hampir 1 tahun kami ngekos dan waktu Rendi masuk. Dan ketiga kalinya dan yang menjadi awal pengalaman mengerikan yang aku alami adalah saat beliau mengadakan hajatan. Namun anehnya yang diundang cuma kami anak - anak yang tinggal di kosan beliau.
Kami tidak berpikir aneh - aneh cuma diundang ya kami datang, selain menghargai undangan ibu kos kami juga sebagai anak kos tidak mungkin menolak makanan gratis. "Rejeki akhir bulan nih " pikirku, tanpa pikir panjang kami datang menghadiri undangan tersebut.
Kami datang, makan, dan membungkus makanan seperti selayaknya orang menghadiri undangan hajatan. Kami simpan makanan yang tadi sudah dibungkus ke dalam kulkas dengan niatan buat sarapan besok dan bekal ke kampus.
Tapi malam itu terasa berbeda.
Dalam tidurku, aku bermimpi yang menurutku sangat aneh. Dalam mimpi itu aku seperti mengulang rutinitasku sebelum tidur, pada waktu itu aku sadar dan merasa sangat aneh."lah kan tadi udah siap - siap mau tidur ya, kok aku ngelakuin rutinitas yang udah aku lakuin tadi sih ?" pikirku dalam kebingungan. Setelah cukup dibuat bingung aku memutuskan untuk tidur lagi.
Selang beberapa saat aku mendengar suara pintu kamarku di ketuk oleh seseorang. Ketukan di pintu kamar ku yang awalnya biasa saja lama - kelamaan menjadi semakin keras dan seperti ada kaki juga yang seolah - olah hendak mendobrak pintu kamarku. Aku diam dan bingung harus berbuat apa, aku ketakutan dengan apa yang aku alami saat itu. Dengan rasa takut dan panik aku pun pergi ke lemari untuk bersembunyi.
Tak lama kemudian, aku mendengar suara pintu kamarku terbuka disusul dengan suara langkah kaki yang melagkah perlahan memasuki kamarku. Dengan suara nafas yang berat sosok itu pun berkata "dimana yang satu lagi?". Aku tidak bisa memastikan apakah itu orang atau bukan, aku hanya bisa diam sambil menahan nafas di tengah ketakutanku sambil berdoa bahwa semua kejadian yang kualami ini hanyalah mimpi dan semoga cepat berakhir.
Aku merasa sudah sangat lama aku berada di dalam lemari. Makhluk itu hanya jalan - jalan di dalam kamarku.
Lalu keadaan tiba - tiba hening tanpa ada suara apapun.
Aku tidak berani keluar dari dalam lemari dan berharap segera mendengar suara adzan shubuh dan semua ini selesai. Namun tuhan berkata lain, dalam keheningan itu aku dikejutkan dengan suara orang yang tiba - tiba berteriak. "Dimana satu lagi?", aku kaget bukan main mendengar itu. Belum selesai rasa takutku suara itu disusul dengan suara teriakan Rendi dan beberapa temanku yang lain. Tiba - tiba ada suara yang tidak asing bagiku, aku mendengar suara ibu kos yang entah berbicara dengan siapa. "sudah biarkan saja, kita cuman perlu 7 orang saja biarkan dia menjadi emimpin selanjutnya". Aku tidak tahu apa maksud dari perkatan yang diucapkan ibu kos tadi. Selang beberapa saat aku mendengar suara teriakan Rendi disusul dengan teman - temanku yang lain.
Aku semakin takut dan bingung harus berbuat apa, niat hati ingin meninta bantuan tetapi handphone ku tertinggal di sebelah tempat tidurku. Dalam posisi itu aku tidak berani untuk keluar dari dalam lemari dan terjadi jal - hal yang tidak aku inginkan. Dari yang tadinya suara kos dipenuhi dengan suara - suara teriakan teman - temanku kini tiba - tiba menjdai hening tanpa ada suara siapapun. Hanya terdengar kecil suara jangkrik yang menyelimuti dalam keheningan malam itu. Sedikit rasa heran terlintas di pikiranku dikarenakan dengan suara teriakan dari teman - temanku yang terdengar sangat keras tidak ada suara dari orang lain atau warga sekitar yang datang ke tempatku atau memang semua orang disini tidak peduli dengan apapun yang terjadi di sekitarnya.
Daam keheningan malam itu terpecah dengan suara langkah kaki yang perlahan sepertinya menuju ke arahku. Semakin dekat suara langkah itu semakin jelas. Aku bingung harus berbuat apa, perasaan bingung, panik dan rasa takut yang terlanjur menyelimuti diriku membuatku ingin pasrah dengan keadaan yang ada. Dalam ketakutanku, sepersekian detik pintu lemari tempatku bersembunyi terbuka. Disitu aku melihat ibu pemilik kos dengan seorang laki - laki yang memiliki badan besar sambil di tangannya membawa kepala Rendi dan juga di belakang mereka aku melihat banyak sekali pocong yang seperti menatap ke arahku. Aku pun pingsan dan tidak ingat lagi apa yang terjadi setelah itu.
Singkat cerita aku pun akhirnya tersadar karena mendengar suara sirine mobil polisi disertai dengan banyak orang yang sedang berbicara. Ternyata di tempat itu memang sudah di kelilingi dengan polisi dan juga warga, Dalam kebingunganku, aku pun dihampiri oleh beberapa orang polisi yang ada di tempat itu. Mereka memberikanku beberapa pertanyaan tentang kejadian di kos itu. Aku pun dengan perlahan menjelaskan apa yang aku alami malam itu. Aku berusaha mengingat setiap detail dari apa yang akau alami tadi malam. Aku pun juga menjelaskan bahwa yang aku semalam juga mengalami mimpi aneh dan aku juga bingung bahwa apa yang aku alami tadi malam itu nyata ataukah hanya mimpi. "Tapi jika itu semua mimpi lantas kenapa tempat ini dipasang garis polisi dan juga banyak mobil polisi, ambulance, dan juga banyak warga yang berkerumun di luar garis polisi yang sedang melakukan penyelidikan tentang sesuatu", ucapku dalam hati di tengah kebingungan atas kejadian yang aku alami.
Di tengah kebingungan ku, salah satu polisi menjelaskan kepadaku bahwa kejadian yang aku alami bukanlah mimpi. Mereka pun akhirnya menjelaskan kejadian yang sebenarnya terjadi. Aku benar - benar terkejut saat mendengarnya dan tidak mengerti kenapa ada orang yang sangat tega melakukan hal yang bahkan bertingkah seperti iblis.
Ternyata Rendi dan keenam temanku yang lainnya tewas dalam kejadian semalam. Mereka semua meninggal dengan keadaan yang mengenaskan, tubuh mereka seperti sengaja diletakkan di atas meja dapur dan ditumpuk begitu saja dengan kondisi semua tubuh mereka terpisah dari kepalanya. Kepala mereka ditemukan oleh pihak yang bersangkutan di dam kamar nomor 8 dan sengaja diletakkan melingkari satu buah lilin yang ada di tengah.
Kejadian yang aku alami tadi malam ternyata bukanlah mimpi dan dalang dibalik semua kejadian ini adalah ibu pemilik kos itu sendiri. Salah satu polisi juga menjelaskan bahwa sekarang ibu kos belum diketahui keberadaanya dimana, dia seperti menghilang tanpa jejak. Akhirnya aku pun dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Kejadian ini meninggalkan trauma dalam mencari kos atau tempat tinggal sementara, aku juga berharap pelaku dari kejadian ini agar segera tertangkap supaya tidak ada lagi korban yang mengalami kejadian serupa.

Komentar
Posting Komentar